Langsung ke konten utama

Review Artikel Membaca


Minat Baca Masyarakat Indonesia
Masih Rendah

Selasa 27 Mar 2018 07.31WIB
Prisikan Sari Dewi, CNN Indonesia


Jakarta, CNN Indonesia – Minat baca masyarakat Indonesia disebut masih rendah bila dibandingkan Negara lain. Dari data perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah bukuyang dibaca rata-rata hanya lima hingga Sembilan buku per tahun. “Minat baca ini yang harus ditingkatkan dan diperjuangkan agar mereka tertarik membaca”, ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam pembukaan rakornas perpustakaan 2018 di perpustakaan Nasional Jakarta, Senin (26/3). Puan mengakui minat baca masyarakat di daerah terpencil masih kurang lantaran minimnya buku yang dimiliki. Disisi lain, masyarakat yang tinggal di perkotaan pun minat bacanya rendah karena tertarik bermain internet. Padahal peningkatan kapasitas sumber daya manusia erat kaitannya dengan kemampuan literasi. Oleh, karena itu, menurut Puan, perpustakaan berperan penting menyediakan sumber bacaan.“Tentu tidak bisa dipaksakan untuk membaca kalau tidak memberi fasilitas buku-buku . Maka perpustakaan harus dapat mengambil peran yang tepat”. Katanya
Politikus PDIP juga menyarankan agar perpustakaan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi dengan berperan menjadi big data atau penyimpanan data besar.

Komentar