Gubuk baca lentera negeri,
Desa kemantren, Kecamatan Jambung, kabupaten
Malang,Jawa Timur. jaraknya sekitar 15 kilometer dari pusat kota malang yang
menjadi salah tempat binaan, tempat anak-anak didesa tersebut tinggal disebut
dengan gang tato itu dikarenakan banyak warga yang disana bertato dan hidup
dijalanan, kondisi ini pula yang akhirnya menimbulkan stigma. Beberapa kawan
yang rendah hati penuh kegembiraan membentuk komunitas dan secara intensif
menyediakan waktu dan potens diri yang mereka miliki untuk anak-anak desa. Mereka
meluangkan waktunya untuk membaca bersama sampai bermain apapun bersama
anak-anak. Mereka mengundang, menghimbau, mengajak, tanpa iming-iming, tanpa
paksaan, tanpa ancaman, apalagi menakut-nakuti. Mereka menyediakan “ ruang
hidup” bagi anak-anak untuk bermain, belajar, membaca, menulis, agar mereka
secara merdeka dapat berekspresi bebas dan bergembira, bersukacita apa adanya. Ditempat
itulah pelajaran tentang keadilan dan perdamaian dimulai. Tidak dengan
teori-teori, tidak pula dimulai dengan analisa menakutkan tentang ancaman
konflik dan bahayanya dinamika perbedaan dalam masyarakat. Sebaliknya, proses
belajar bersama diawali dengan cerita, dengan kisah, dengan saling sapa antara
dunia nyata dengan gambaran ideal bagaimana keadilan dan perdamaian itu selalu
terjadi, bisa dijalani, dan akan memberi akibat diteruskannya pesan keadilan
damai.
Walaupun
anak-anak disana tidak mendapat pendidikan sekolah yang formal tapi melihat
semangat belajar mereka yang cukup tinggi membuat hati yang melihatnya ikut
tersentuh, yang kita tahu sendiri dijaman sekarang banyak anak-anak diperkotaan
yang mendapatkan pendidikan secara formal dan layak tapi tidak mempunyai
semangat belajar yang tinggi. Semua anak-anak disana pantas untuk bersekolah,
pantas mendapatkan pendidikan yang layak karena mereka merupakan penerus bagi
generasi muda Indonesia. Damai itu ketika ada senyum yang tulus dan pandangan
mata penuh bahagia. Kadang memang tidak terkatakan dan hanya mampu ditujukan
dengan tindakan, sesederhana dan sekecil senyuman sekalipun makna yang
terkandung didalamnya jelas luar biasa. Anak-anak muda diperkotaan yang sudah
menumpuh pendidikan tinggi harus mepunyai kepedulian yang tinggi kepada
adik-adik kita atau saudara-saudara kita yang belum bisa mendapatkan pendidikan
yang layak atau formal. Sekecil tindakan yang kita lakukan untuk memberi mereka
ilmu untuk sangat berarti bagi mereka agar kita bisa berguna bagi sesama.
Andai penentu kebijakan itu konsisten dengan yang diutarakan di media, semestinya tidak ada ketimpangan mutu pendidikan. Tetapi, yang sering kali kita dengar atau lihat atau bahkan baca di media adalah hal yang sebaliknya. Bisa berupa jeleknya infrastruktur pendidikan ataupun minimnya perhatian (telat membayar gaji) kepada guru yang bertugas di tempat terpencil. Hmm, good job dek!!:)
BalasHapuswalaupun begitu anak-anak itu bisa mendapat pendidikan dengan baik dan layak..walau tidak seperti anak-anak perkotaan.
BalasHapusSemoga sarana pendidikan indonesia lebih berkualitas.
BalasHapusmudah-mudahan pemerintah menindak lanjuti ini
BalasHapusPemerintah blm membuka mata untuk melihat bahwa masih banyak generasi bangsa yg butuh pendidikan formal tetapi hanya saja pemerintah sekarang lebih mementingkan keuntungan apa yg di dapat
BalasHapusKita harus mencontoh semangat belajar mereka, walaupun tidak belajar di tempat yg formal
BalasHapusSemangat mereka dalam menuntut ilmu perlu di apresiasi semoga pemerintah memberikan fasilitas pendidikan yang layak dan memadai
BalasHapusKita sebagai generasi muda memang seharusnya mempunyai kesadaran dalam diri sendiri apalgi jika kita bisa merasakan pendidikan hingga sampai ke perguruan tinggi sedangkan masih ada adik-adik kita yg di luar sana yg belum beruntung untuk merasakan pendidikan. Pemerintah harus mempunyai kebijakan yang tegas tentang kondisi pendidikan yang ada di indonesia agar semua anak-anak pedalaman tetap bisa merasakan pendidikan yang layak karna mereka adalah anak - anak indonesia penerus bangsa kita
BalasHapusSaya salut kepada mereka karena mereka telah berjuang dan berusaha walaupun bukan di tempat yang semestinya
BalasHapusKita yang masih beruntung memiliki kesempatan belajar di tempat yang layak patut mencontoh semangat belajar anak-anak tersebut. Walaupun keterbatasan sarana dan prasarana mereka tetap memiliki semangat yang tinggi. Semoga saja pemerintah cepat mengatasi hal ini
BalasHapusSemoga pemerintah lebih bersikap kritis dalam memfasilitasi sekolah tersebut. Dan saya bangga walaupun keadaan sekolah mereka kurang memadai tetapi dengan tekad yang tinggi mereka tetap semangat.
BalasHapusSemoga pemerintah lebih bersikap kritis dalam memfasilitasi sekolah tersebut. Dan saya bangga walaupun keadaan sekolah mereka kurang memadai tetapi dengan tekad yang tinggi mereka tetap semangat.
BalasHapusSemoga pemerintah lebih bersikap kritis dalam memfasilitasi sekolah tersebut. Dan saya bangga walaupun keadaan sekolah mereka kurang memadai tetapi dengan tekad yang tinggi mereka tetap semangat.
BalasHapusSemoga pemerintah mendirikan pendidikan formal disana :)
BalasHapusSemoga pemerintah turun tangan memberikan fasilitas di daerah tersebut.
BalasHapusTekad yang kuat untuk belajar harus di apresiasi oleh pemerintah dengan memfasilitasi dengan sekolah yang berstandar mutu berkualitas, buku bacaan yang kompeten, materi yang sesuai dengan kurikulum nasional, dan alat-alat sekolah yang layak dipergunakan dalam proses ajar-mengajar. Anak-anak ini adalah penerus generasi bangsa
BalasHapus